Akhirnya Terungkap! Inilah Nikmatnya Jual Pulsa dan Kuota Internet! Konsumen Kasihan!

Akhirnya Terungkap! Inilah Nikmatnya Jual Pulsa dan Kuota Internet!  Konsumen Kasihan! 


-Seorang pedagang pulsa dan kuota internet, Bagus J, menjual kembali kuota internet yang tak terpakai dari kartu perdana bekas milik pelanggan yang ditinggalkan di gerainya.
Menurut dia, aksi itu bisa dilakukan mengingat paket data atau kuota internet yang dibeli pelanggan biasanya tak semua habis dipakai.
"Jadi begini, saat kita beli perdana data atau kuota internet menggunakan pulsa, tak semua kuota yang kita dapatkan bisa terpakai karena faktor-faktor tertentu," ucap pedagang pulsa di Kota Solo itu.

Semisal, dia menjelaskan, saat membeli perdana untuk paket data sebesar 50 giga byte (GB), tak semuanya merupakan paket data regular yang bisa dipakai kapan saja. Paket data sebesar itu lazimnya dipecah menjadi beberapa bagian.
Di antaranya, sebagian untuk data regular, ‎paket data khusus midnight, videomax, moviemax, 4G, dan lain-lain. Untuk paket data midnight, Bagus menuturkan, hanya bisa digunakan saat tengah malam hingga menjelang pagi.
"Padahal, pada jam itu orang cenderung sudah tidur. Nah, paket data midnight, moviemax, videomax atau lain-lain ini rata-rata tak terpakai oleh pelanggan, sehingga menjadi sisa kuota yang bisa dijual lagi," ujarnya.



Dengan menggunakan aplikasi tertentu, Bagus menyatakan, paket data yang tak terpakai itu bisa dikonversi menjadi seolah-olah paket data reguler. Sehingga, bisa dipakai untuk mengakses internet apa saja dan kapan saja.
"Ada banyak aplikasi, tapi yang paling populer dan mudah digunakan adalah anonytune. Aplikasi-aplikasi itu bisa didownload secara gratis di google play store," ucapnya.
‎Menurut dia, tak semua pelanggan konter pulsa miliknya familiar dengan hal-hal seperti itu.
"Terutama bapak-bapak atau ibu-ibu yang sudah agak sepuh, kadang yang masih muda juga tidak familiar dengan trik-trik seperti itu," tuturnya.
Bagus mengungkapkan, tak jarang pelanggan membeli paket perdana kuota internet di konternya, kemudian meninggalkan chip kartu bekas yang telah terpakai, yang di dalamnya masih tersimpan kuota internet yang tak terpakai.
"Kartu bekas yang ditinggalkan pelanggan itu kemudian saya cek, masih ada sisa kuota yang tak terpakai atau tidak. Kalau masih ada sisa, nah itu yang kemudian saya jual kembali," terangnya.
Menurut dia, sisa kuota tak terpakai di kartu perdana bekas yang ditinggalkan pelanggan, besarannya bervariasi. "Bisa dapat 2 GB, kadang juga lebih, ada yang bisa sampai 6 GB, tergantung paketnya. Itu saya jual lagi dengan harga antara Rp 5.000-Rp 15.000," tuturnya.

‎Pasar terbatas
Meski demikian, Bagus berujar, pasar kuota internet tak terpakai di kartu perdana bekas tersebut cukup terbatas. Sebab, tak bisa serta-merta langsung digunakan ‎untuk berselancar di dunia maya.
"Yang beli ya mereka yang ngerti cara menggunakannya saja. Kan mereka harus download aplikasi tersebut di ponsel mereka, selain harus paham cara menggunakan aplikasi itu, tentu ponselnya juga harus support," jelasnya.

Selain itu, sisa masa aktif kartu perdana bekas tersebut juga terbatas. Rata-rata, menurut dia, hanya berkisar satu minggu. "Sisa masa aktifnya rata-rata seminggu, maksimal dua minggu," ucapnya.
Kendati pangsa pasar terbatas, Bagus mengakui, hasil dari menjual kuota tak terpakai di kartu perdana bekas itu cukup lumayan. "Lumayan untuk tambah-tambah, daripada kuota itu terbuang percuma karena tak terpakai," ucapnya.
‎Seorang konsumen, Mu Klasin, warga Demak menilai, pada dasarnya tindakan menjual lagi sisa kuota tersebut termasuk bentuk tindakan yang tidak sportif dalam perdagangan.
Menurut dia, hal itu karena banyak konsumen yang tidak tahu sisa kuota bisa digunakan dengan trik tertentu. Jika memang hal itu dilakukan harusnya minta izin konsumen atau ada sosialisasi supaya ada pemahaman yang sama.
Ia menilai, sejauh ini sosialisasi dari provaider juga dirasa kurang terkait dengan produk yang mereka jual atau tawarkan. Seperti misalnya penjelasan skema pembagian kuota internet dan aturan jam pemakaian yang terkadang tidak diketahui konsumen.
"Konsumen tahunya beli perdana internet, misal 30 GB ya untuk internet semua. Tapi ternyata dibagi-bagi kuotanya. Biasannya yang nggak terpakai kan yang video tuh, atau 4G karena HP nggak suport. Ada juga aturan jam pemakaian, kalau saya jam malam yang paling sering gak dipakai. Jadi harus beli paket internet lagi," keluhnya.
Strategi marketing tersebut dirasa menjadi upaya membohongi konsumen jika tidak disosialisasikan dengan baik. (*)

Sumber: https://batam.tribunnews.com/2018/05/07/akhirnya-ketahuan-inilah-enaknya-jualan-pulsa-dan-kuota-internet-kasihan-konsumen?page=3

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel